Trust.. Faith.. Belief.. Kepercayaan.. Keyakinan..
“Aku percaya kamu tapi kamu percaya aku ga?”
Sebenarnya simpel. Tapi kadang menjadi complicated ataupun sengaja dibuat rumit. Aku membatasi hal kepercayaan antar pasangan dalam menjalani suatu hubungan.
Beberapa tahun belakangan aku belajar tentang apa arti kepercayaan itu. Tapi entah mengapa sampai sekarang aku belum memahami benar maknanya.
Trust and being trusted,,,
Percayakah cinta seorang kakak terhadap adiknya bisa berubah?
Percayakah kamu bila seseorang yang kamu sayangi berbuat suatu ‘kejahatan’ dan sahabatmu sendiri yang melaporkannya kepadamu? Dan sampai akhirnya ur sum1 special itu mengaku sendiri kepadamu dengan sejuta macam alasan. Siapa yang akan kamu percayai? Ur sum1 special or ur best friend?
Apakah kamu percaya bila sahabat mantanmu menyatakan cintanya kepadamu? Padahal dia jelas – jelas mengetahui bahwa kamu dan mantanmu itu masi berhubungan.
Percayakah kamu bila seseorang di masa lalu mengatakan dia masih menyayangi kamu? Kamu telah menjadi teman baiknya dan ada beberapa kali kesempatan untuk menjalin cinta kembali. Dia bercerita semuanya ke kamu termasuk beberapa wanita yang sedang didekatinya.
Apakah kamu percaya dengan long distance relationship? Berapa lama dapat bertahan?
Apakah kamu dapat dipercaya bila serangkaian gosip-gosip tidak jelas mengangkut dirimu sampai di telinga seseorang yang (pernah/masih) kamu sayangi? Awalnya hubungan kalian baik namun tiba – tiba saja berubah, seolah tidak pernah mengenal satu sama lain. Gosip – gosip tidak jelas itu juga belum seratus persen benar.
Percayakah kamu bila seseorang menyatakan cintanya tapi segala hal membuat cinta itu tak mungkin untuk dilakukan? Dengan bodohnya kamu juga meresponnya.
Apakah kamu percaya dengan kalimat ‘dunia serasa milik berdua kalau sedang jatuh cinta’? Lambat laun kamu tentunya harus memikirkan lingkungan sekitar. Bagaimana pandangan orang bila hal ini dilanjutkan.
Percayakah kamu dengan hubungan tanpa status dimana masing – masing berhak jalan dengan yang lain? Cinta tidak harus memiliki.
Apakah kamu dapat dipercaya bila ketahuan berbohong satu kali? Untuk selanjutnya kamu tidak dapat dipercaya.
Apakah kamu percaya bahwa dia benar – benar menyayangimu atau tidak? Haruskah serangkaian tes dilakukan untuk membuatmu percaya??
Percayakah kamu bahwa ada seseorang yang masih menunggumu sampai kapan pun?
Percayakah kamu dengan ‘love at d first sight’?
Percayakah kamu bahwa seseorang yang kamu cintai tidak akan mengkhianati kamu? Atau percayakah dia bahwa kamu tidak akan mengkhianatinya?
Percayakah kamu bahwa dia benar – benar ditakdirkan untukmu?
Yahh,, intinya si bagaimana membangun sebuah kepercayaan antar pasangan. Bila kamu ingin dipercaya maka percayalah dia, begitu pula sebaliknya..
I’m still learning of it..



2 Comments
May 9, 2009 at 9:05 am
eh… sahabat yg melaporkan?? bukan gw kan??hehehhe
May 26, 2009 at 2:09 pm
menurut lo gmn to?hehe